Jude wrote this to a church in crisis, infiltrated by false teachers and divisive people. His letter gave guidance, showing compassion to some, gently leading them back, but dealt urgently and firmly with others, being mindful of the dangers of sin. This requires discernment – “making a distinction.” Such wisdom comes only from a church that fears God, not one swayed by public opinion. The fear of God is the compass for all church matters – discipline, leadership, finances, and more. Without it, we lose our way. May God grant us the discernment to respond rightly in every situation, rooted in reverence for Him.

Are your decisions in life and ministry guided by your fear and reverence of God? 


犹大写这封信给一个陷入危机、被假教师和分裂分子渗透的教会。他的信给出了指导,向一些人表达了同情,温和地引导他们回归正轨,但对其他人则采取紧急而坚定的态度,并牢记罪恶的危险。需要辨别力—— “做出区分”。这种智慧只来自敬畏上帝的教会,而不是受公众舆论左右的教会。上帝的敬畏是教会所有事务的指南针——纪律、领导、财务等等。没有它,我们就会迷失方向。愿上帝赐予我们洞察力,使我们在任何情况下都能做出正确的反应,这根植于对他的敬畏。

你在生活和事工中做出的决定是否受到对上帝的敬畏和崇敬的指导?


Yudas menulis surat ini kepada sebuah gereja yang mengalami krisis, dimasuki oleh guru-guru palsu dan orang-orang yang memecah belah. Suratnya memberi bimbingan, menunjukkan belas kasihan kepada beberapa orang, dengan lembut menuntun mereka kembali, tetapi mendesak dan tegas dengan yang lain, untuk berhati-hati dengan bahaya dosa. Ini memerlukan kebijaksanaan – “membuat perbezaan.” Kebijaksanaan seperti itu hanya datang dari gereja yang takut akan Tuhan, bukan gereja yang dipengaruhi oleh pendapat umum. Takut akan Tuhan adalah kompas untuk semua perkara gereja – disiplin, kepimpinan, kewangan, dan banyak lagi. Tanpanya, kita hilang arah. Semoga Tuhan memberikan kita kebijaksanaan untuk bertindak balas dengan betul dalam setiap situasi, berakar pada rasa hormat kepada-Nya.

Apakah keputusan anda dalam kehidupan dan pelayanan dipimpin oleh rasa takut dan hormat anda akan Tuhan?


Posted

in

,