
In the book of Revelation, the Church is pictured as the Bride of Christ. This reminds us of who we are and whose we are. Three truths to hold onto: First, Christ gave His life for His Bride; we are deeply loved and redeemed by His blood. Second, Christ defends His Bride—we are not alone in our battles (Romans 8:31). Third, Christ will return for His Bride. Though we can’t pinpoint how everything will turn out exactly in the future, we trust Him who holds our times. Walk on in the fear of the Lord, knowing He who is faithful and true will bring us home.
Be prepared as the bride of Christ for the return of Jesus and His assurance that He will neither leave nor forsake us, both now and always.

在《启示录》中,教会被描绘为基督的新娘。提醒我们我们是谁以及我们属于谁。要坚持三个真理:第一,基督为祂的新娘舍命;我们深深地被祂所爱,并被祂的宝血救赎。第二,基督护卫他的新娘——我们在争战中并不孤单(罗马书 8:31)。第三,基督必再来迎接他的新娘。虽然我们无法确切地预知未来一切会如何发展,但我们相信那位掌管我们时间的神。怀着对主的敬畏继续前行,要知道,忠实而真实的主会带我们回家。
作为基督的新娘,要预备好迎接耶稣的再来,并确信祂不会撇下我们,也不会丢弃我们,从现在到永远。

Dalam kitab Wahyu, Gereja digambarkan sebagai Pengantin Perempuan Kristus. Ini mengingatkan kita tentang siapa kita dan kita kepunyaan siapa. Tiga kebenaran untuk dipegang teguh: Pertama, Kristus memberikan nyawa-Nya untuk Pengantin Perempuan-Nya; kita sangat dikasihi dan ditebus oleh darah-Nya. Kedua, Kristus mempertahankan Pengantin Perempuan-Nya—kita tidak bersendirian dalam peperangan kita (Roma 8:31). Ketiga, Kristus akan kembali untuk Pengantin Perempuan-Nya. Walaupun kita tidak dapat menentukan dengan tepat bagaimana semuanya akan berlaku pada masa hadapan, kita percaya kepada Dia yang memegang masa kita. Berjalanlah dalam takut akan Tuhan, karena mengetahui Dia yang setia dan benar akan membawa kita pulang.
Bersedialah sebagai pengantin perempuan Kristus untuk kedatangan Yesus kembali dan jaminan-Nya bahawa Dia tidak akan meninggalkan atau membiarkan kita, baik sekarang dan selamanya.
