Jesus’ obedience to death led to His exaltation, and one day every knee will bow, and every tongue confess He is Lord. But today on our patch of earth, His Name is also exalted above every name.  In our digital age, where hours are given to screens, Paul reminds us to live in reverence for God, walking in awe of His holiness and sovereignty. This means humbly aligning our lives to His Word, letting it shape our choices, and loving like Christ.

Set aside intentional daily time in Scripture, allowing the Holy Spirit to teach, counsel, and guide your steps.


耶稣对死亡的顺服导致了他的超升,总有一天,万膝都会跪拜,万口都承认他是主。但今天在我们这片土地上,他的名也被高举到所有名字之上。 在我们这个数字时代,屏幕被赋予了时间,保罗提醒我们要在对上帝的敬畏中生活,在敬畏他的圣洁和主权中行走。这意味着谦卑地使我们的生活与他的话语保持一致,让它塑造我们的选择,并像基督一样爱。

每天有意识地留出时间在圣经中,让圣灵教导、劝告和引导你的脚步。


Ketaatan Yesus sehingga kematian membawa kepada kemuliaan-Nya, dan suatu hari nanti setiap lutut akan bertekuk lutut, dan setiap lidah mengaku Dia adalah Tuhan. Tetapi hari ini di bumi ini, nama-Nya ditinggikan di atas setiap nama. Dalam era digital kita, di mana masa habis pada skrin, Paulus mengingatkan kita untuk hidup dalam penghormatan kepada Tuhan, berjalan dengan kekaguman akan kekudusan dan kedaulatan-Nya. Ini bermakna dengan rendah hati melaraskan hidup kita dengan Firman-Nya, izinkan hati kita dibentuk atas pilihan kita, dan mengasihi seperti Kristus.

Luangkan masa setiap hari membaca Firman-Nya, izinkan Roh Kudus untuk mengajar, menasihati dan menuntun langkah kita.


Posted

in

,